Senyum itu suara itu hilang karena sebuah kenyataan hidup di tanah rantau. Ku ingin menyapa mu selamat pagi, selamat siang,selamat soreh dan selamat malam kasih ku. Tapi tak ada satu pun suara yang ku dengar saat ini ku sedih mau bilang apa lagi itulah nasib seorang anak rantau. Seorang anak ranta yang tak tau dimana keberadaannya, kabarnya, maupun senyumna. Dia di abaikan oleh keluarganya, akhirnya senyum itu hilang.Kasih ku kembalikan senyum itu seperti waktu ku masih bersama mu. Ku ingin mendengar lagi ide-ide cemerlang itu. Ku ingin melangkah dengan pasti agar senyum itu terlihat selalu.
Menulislah selagi kamu bisa menulis,jika suatu saat kamu sudah tidak bisa menulis biarlah mereka yang membaca cerita tentan kamau
Youtube herlin
Showing posts with label PUISI RANTAU. Show all posts
Showing posts with label PUISI RANTAU. Show all posts
Friday, 6 May 2011
Wednesday, 3 February 2010
ITULAH cinta !!!!
Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita menangis ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita membayangkan sesuatu ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita berciuman ?
Hal hal yang terindah di dunia ini biasanya tidak terlihat
Ada hal hal yang tidak ingin kita lepaskan
dan ada orang orang yang tidak ingin kita tinggalkan
Tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari dunia
melainkan awal dari kehidupan yang baru
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah tersakiti
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah mencari dan telah mencoba
Karena merekalah yang bisa menghargai
Betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka
Cinta adalah ketika kamu menitikkan air mata, tetapi masih peduli
terhadapnya
Cinta adalah ketika dia tidak mempedulikanmu, kamu masih menunggunya
dengan setia
Cinta adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih
bisa tersenyum
sambil berkata , ” Aku turut berbahagia untukmu ”
Apabila cintamu tidak berhasil, bebaskanlah dirimu
Biarkanlah hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam
bebas lagi
Ingatlah, kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..
Tetapi saat cinta itu dimatikan, kamu tidak perlu mati bersamanya..
Orang yang terkuat bukanlah orang yang selalu menang dalam segala hal
Tetapi mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh
Entah bagaimana, dalam perjalanan kehidupanmu,
Kamu akan belajar tentang dirimu sendiri dan suatu saat kamu akan
menyadari
Bahwa penyesalan tidak seharusnya ada di dalam hidupmu
Hanyalah penghargaan abadi atas pilihan pilihan kehidupan yang telah
kau buat
Yang seharusnya ada di dalam hidupmu
Sahabat sejati akan mengerti ketika kamu berkata, ” Aku lupa ”
Sahabat sejati akan tetap setia menunggu ketika kamu berkata, ”
Tunggu sebentar ”
Sahabat sejati hatinya akan tetap tinggal, terikat kepadamu
ketika kamu berkata, ” Tinggalkan aku sendiri ”
Saat kamu berkata untuk meninggalkannya,
Mungkin dia akan pergi meninggalkanmu sesaat,
Memberimu waktu untuk menenangkan dirimu sendiri,
Tetapi pada saat saat itu, hatinya tidak akan pernah meninggalkanmu
Dan sewaktu dia jauh darimu, dia akan selalu mendoakanmu dengan air
mata
Lebih berbahaya mencucurkan air mata di dalam hati
daripada air mata yang keluar dari mata kita
Air mata yang keluar dari mata kita dapat dihapus,
Sementara air mata yang tersembunyi,
Akan menggoreskan luka di dalam hatimu
yang bekasnya tidak akan pernah hilang
Walaupun dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang,
Tetapi ketika cinta itu tulus…
meskipun mungkin kelihatannya kamu kalah,
Tetapi sebenarnya kamu menang karena kamu dapat berbahagia
sewaktu kamu dapat mencintai seseorang
Lebih dari kamu mencintai diri kamu sendiri…
Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang
Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita
Atau karena ia tidak mempedulikan kita
Melainkan saat kita menyadari bahwa orang itu
Akan lebih berbahagia apabila kita melepasnya
Tetapi apabila kamu benar benar mencintai seseorang,
Jangan dengan mudah kita melepaskannya
Berjuanglah demi cintamu… Fight for your dream !
Itulah cinta yang sejati..
Bukannya seperti prinsip ” Easy come.. Easy go… ”
Lebih baik menunggu orang yang benar benar kamu inginkan
Daripada berjalan bersama orang ” yang tersedia ”
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai
Daripada orang yang berada di ” sekelilingmu ”
Lebih baik menunggu orang yang tepat
Karena hidup ini terlalu berharga dan terlalu singkat
Untuk dibuang dengan hanya ” seseorang ”
Atau untuk dibuang dengan orang yang tidak tepat
Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang paling
menyakiti hatimu
Dan kadang kala teman yang membawamu di dalam pelukannya
Dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari
Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat membangun orang lain, tetapi dapat juga menjatuhkannya
Bila bukan diucapkan pada orang, waktu, dan tempat yang benar
Ini jelas bukan sesuatu yang bijaksana
Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat berupa kebenaran ataupun kebohongan untuk menutupi isi hati
Kita dapat mengatakan apa saja dengan mulut kita
Tetapi isi hati kita yang sebenarnya tidak akan dapat dipungkiri
Apabila kamu hendak mengatakan sesuatu..
Tataplah matamu di cermin dan lihatlah kepada matamu
Dari situ akan terpancar seluruh isi hatimu
Dan kebenaran akan dapat dilihat dari sana
Hyperlink ke Facebook
Tuesday, 2 February 2010
Dimata Tuhan, semua itu telah selesai.
Dimata Tuhan, semua itu telah selesai.
Sahabat..
Mengapa kita begitu ambisi..
Mengejar cita-cita akan dunia ini..
Mengejar mimpi akan kekuasaan ini..
Mengejar ambisi akan harta benda ini..
Kawan..
Mengapa kita begitu bernafsu..
Memeluk dunia dalam genggaman..
Atas alibi untuk kesejahteraan..
Atas alasan untuk nafkah keluarga..
Atas jawaban untuk anak-anak tercinta..
Sahabat..
Bukankah semuanya telah kita miliki..
Bukankah semuanya telah berada dalam genggaman ini..
Kalaupun kita minta lebih, Allah pasti menambahi..
Tapi mengapa kita masih merasa tak pernah puas..
Kawan..
Jika semua yang telah kita miliki ini..
Jika semua yang ada dalam genggaman ini
Tak mampu membuat kita bahagia..
Mengapa kita masih terus mencari..
Bukankah dimata Tuhan, semua ini telah selesai. kawan?
Mengapa masih saja dunia ini yang kita cari..
Bukankah ridhaNya lebih berarti?
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.(QS 63-9
Selamat datang dalam kehidupan dunia fana
Dan selamat datang dalam bahtera kecil ini
Engkau hadir sebagai penumpang pertama dari perahu kecil yang ayah kemudikan
Menuju ke pelabuhan yang kita nanti
Menuju perjalanan panjang ke haribaan Illahi Rabbi
Wahai Anakku…
Engkau adalah pelita kecil kami
Yang menerangi hati sanubari
Engkau adalah setetes embun dalam ketenangan
Yang menyejukan kegundahan hati kami
Dalam penantian buah cinta ayah dan ibumu
Wahai Anakku…
Engkau adalah harapan kami
Engkau adalah do’a kami
Dan engkau adalah syafaat dunia dan akhirat kami
Wahai Anakku…
Ketahuilah oleh mu
Saat engkau lahir, negeri ini sedang merintih akibat ketidakberdayaan para penguasa dalam memberikan keadilan bagi rakyatnya
Negeri tanah airmu masih belum nyaman untuk ditinggali
Harga-harga melambung tinggi, susu untuk mu pun melangit tinggi
Tapi engkau tidak usah khawatir anak ku
Rizki Allah teramat luas untuk kita yang lemah ini.
Wahai Anakku…
Ketahuilah…
Kelahiranmu tidak sempat dilihat oleh kakekmu
Kakek yang menyayangi ayah dengan teramat sangat
Kakek yang baik, yang mencintai keluarga kita dengan cinta yang tak mungkin dapat dibalas.
Wahai anakku…
Sebenarnya Almarhum kakekmu ingin sekali melihat kamu dilahirkan
Tapi takdir Tuhan menentukan lain
Kakekmu menghadap keharibaan Allah dua puluh enam hari sebelum engkau dilahirkan
Penyakit yang dideritanya sejak ayah masih seusia kamu tak sanggup lagi ditahannya
Beliaupun wafat dengan tenang
Anakku, jika engkau sudah besar nanti dan sudah bisa berdo’a
Maka jangan lupa untuk mendo’akan kakekmu
Juga untuk mendoakan nenek yang amat mencintai kita
Juga untuk mendo’akan kakek dan nenek dari pihak ibumu
Yang selalu merawatmu dengan kasih sayang ketika engkau masih kecil
Wahai Anakku…
Segudang harapan dari ayah dan ibumu mengiringi kelahiranmu
Harapan agar engkau menjadi anak soleh
Yang menjadi saksi di yaumil akhir nanti
Wahai Anakku…
Bunga Keagungan nan cerdas
Itulah arti harafiah namamu
Nama indah yang diberikan ibumu
Agar engkau mempunyai keindahan seperti bunga
Mempunya keagungan dan kecerdasan
Dalam perjalanan hidupmu sebagai amanah dan titipan
Yang diberikan Rabbmu yang telah menciptakan
Wahai putriku…
Engkau adalah muslimah
Engkau adalah wanita
Engkau adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia
Jika engkau bisa menjadi anak yang sholihah
Wahai putriku…
Ketahuilah olehmu
Menjaga anak perempuan seperti menjaga mahkota dari kaca
Dia akan retak oleh guncangan sedikit saja
Maka kami berpesan untukmu sejak dini
Patuhilah Rabbmu dan Rasulmu
Karena merekalah sebaik-baiknya penjaga
Wahai putriku…
Ayah berpesan untuk kamu tentang ibumu
Patuhilah perintahnya dan jangan membantahnya
Sebab ridho Allah tergantung ridhonya
Dan surgapun terletak dibawah telapak kakinya
Ia yang mengandung kamu dengan susah payah selama sembilan bulan sepuluh hari
Dan melahirkan kamu dengan penuh kesakitan dan penderitaan
Jagalah ibumu ketika ayah tak ada disisinya
Panggilah Ia dengan selembut-lembutnya panggilan
Panggilah Ia dengan sebutan Ummi
Sebab itulah keinginnannya
Wahai putriku
Ayah berpesan untukmu tentang ayahmu
Patuhilah ayah jika ayah benar, dan tegurlah ayah jika ayah salah
Panggilah ayahmu ini dengan sebutan Abi
Agar ummi tidak merasa sendiri
Wahai putriku
Mulai saat ini dan detik ini
Engkau bisa memanggil ayahmu dengan sebutan Abi
Dan memanggil ibumu dengan sebutan Ummi
Bahagiakanlah kami dengan akhlakmu
Muliakanlah kami dengan tingkah lakumu
Wahai anakku, wahai putriku
Kami berjanji tidak akan menyia-nyiakan kamu
Tidak akan melupakan amanah ini
Do’a kan Abi dan Ummi agar tabah menjalani hidup ini
Bersama-sama mendidikmu dan adik-adikmu nanti
Agar keluarga kita menjadi sakinah mawaddah wa rohmah
Agar perahu kecil yang ayah kemudikan ini
Selamat sampai tujuan
Tidak tenggelam ditengah jalan
Tidak luruh dihantam ombak
Tidak lekang ditelan zaman
Tidak hancur oleh badai
Dan tidak musnah disapu gelombang…
Ahlan wa sahlan yaa putriku
Selamat datang dalam kehidupan ini…
Ketika puisi ini dibuat, saya baru saja kehilangan ayah saya, ayah yang selalu memberikan nasehat kepada saya bahkan sampai menentukan di rumah sakit mana anak saya harus dilahirkan. Beliaulah yang menyuruh saya mempersiapkan segala sesuatunya. Bagi anak saya, cerita tentang kakeknya membawa haru tersendiri, bagaimana indahnya jika mempunyai seorang kakek, sebab kini semua kakeknya telah tiada, juga ibu saya yg menyusul ayah saya dua tahun lalu. Yang masih ada hanya neneknya dari pihak ibu atau mertua saya, beliaulah kini yang menjadi pusat perhatian anak-anak saya jika bicara tentang lebaran atau liburan sekolah.
Puisi ini mengikat batin saya dengan anak-anak saya, menjadikan mereka sebagai seorang sahabat,sebagai teman diskusi, bahkan sebagai teman curhat. Empati yang saya bangun dalam puisi itu, ingin saya realisasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan memohon izin Allah tentunya. Meski kadang sebagai orangtua, kita juga tidak mau mengalah, kita merasa bahwa mereka masih bau kencur dan tidak mengerti apa-apa. Kadang juga kita menginginkan mereka sesuai dengan maunya kita, kita ingin menguasai jiwa dan raga mereka untuk kita bentuk sesuai dengan keinginan kita, padahal seperti kata Kahlil gibran, “Anakmu bukan lah anakmu, engkau adalah busur dimana panah anak-anakmu dilepaskan, engkau dapat menguasai badannya, tetapi tidak jiwanya”. Mereka tidaklah berbeda dengan kita, masing-masing adalah anak pada zamannya sendiri, perbedaan mereka dengan kita adalah bahwa kita lebih dahulu diberikan kesempatan untuk hidup, sehingga kita lebih pandai dan lebih berpengalaman dari anak-anak kita.
Semoga bermanfaat.
Sahabat..
Mengapa kita begitu ambisi..
Mengejar cita-cita akan dunia ini..
Mengejar mimpi akan kekuasaan ini..
Mengejar ambisi akan harta benda ini..
Kawan..
Mengapa kita begitu bernafsu..
Memeluk dunia dalam genggaman..
Atas alibi untuk kesejahteraan..
Atas alasan untuk nafkah keluarga..
Atas jawaban untuk anak-anak tercinta..
Sahabat..
Bukankah semuanya telah kita miliki..
Bukankah semuanya telah berada dalam genggaman ini..
Kalaupun kita minta lebih, Allah pasti menambahi..
Tapi mengapa kita masih merasa tak pernah puas..
Kawan..
Jika semua yang telah kita miliki ini..
Jika semua yang ada dalam genggaman ini
Tak mampu membuat kita bahagia..
Mengapa kita masih terus mencari..
Bukankah dimata Tuhan, semua ini telah selesai. kawan?
Mengapa masih saja dunia ini yang kita cari..
Bukankah ridhaNya lebih berarti?
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.(QS 63-9
Selamat datang dalam kehidupan dunia fana
Dan selamat datang dalam bahtera kecil ini
Engkau hadir sebagai penumpang pertama dari perahu kecil yang ayah kemudikan
Menuju ke pelabuhan yang kita nanti
Menuju perjalanan panjang ke haribaan Illahi Rabbi
Wahai Anakku…
Engkau adalah pelita kecil kami
Yang menerangi hati sanubari
Engkau adalah setetes embun dalam ketenangan
Yang menyejukan kegundahan hati kami
Dalam penantian buah cinta ayah dan ibumu
Wahai Anakku…
Engkau adalah harapan kami
Engkau adalah do’a kami
Dan engkau adalah syafaat dunia dan akhirat kami
Wahai Anakku…
Ketahuilah oleh mu
Saat engkau lahir, negeri ini sedang merintih akibat ketidakberdayaan para penguasa dalam memberikan keadilan bagi rakyatnya
Negeri tanah airmu masih belum nyaman untuk ditinggali
Harga-harga melambung tinggi, susu untuk mu pun melangit tinggi
Tapi engkau tidak usah khawatir anak ku
Rizki Allah teramat luas untuk kita yang lemah ini.
Wahai Anakku…
Ketahuilah…
Kelahiranmu tidak sempat dilihat oleh kakekmu
Kakek yang menyayangi ayah dengan teramat sangat
Kakek yang baik, yang mencintai keluarga kita dengan cinta yang tak mungkin dapat dibalas.
Wahai anakku…
Sebenarnya Almarhum kakekmu ingin sekali melihat kamu dilahirkan
Tapi takdir Tuhan menentukan lain
Kakekmu menghadap keharibaan Allah dua puluh enam hari sebelum engkau dilahirkan
Penyakit yang dideritanya sejak ayah masih seusia kamu tak sanggup lagi ditahannya
Beliaupun wafat dengan tenang
Anakku, jika engkau sudah besar nanti dan sudah bisa berdo’a
Maka jangan lupa untuk mendo’akan kakekmu
Juga untuk mendoakan nenek yang amat mencintai kita
Juga untuk mendo’akan kakek dan nenek dari pihak ibumu
Yang selalu merawatmu dengan kasih sayang ketika engkau masih kecil
Wahai Anakku…
Segudang harapan dari ayah dan ibumu mengiringi kelahiranmu
Harapan agar engkau menjadi anak soleh
Yang menjadi saksi di yaumil akhir nanti
Wahai Anakku…
Bunga Keagungan nan cerdas
Itulah arti harafiah namamu
Nama indah yang diberikan ibumu
Agar engkau mempunyai keindahan seperti bunga
Mempunya keagungan dan kecerdasan
Dalam perjalanan hidupmu sebagai amanah dan titipan
Yang diberikan Rabbmu yang telah menciptakan
Wahai putriku…
Engkau adalah muslimah
Engkau adalah wanita
Engkau adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia
Jika engkau bisa menjadi anak yang sholihah
Wahai putriku…
Ketahuilah olehmu
Menjaga anak perempuan seperti menjaga mahkota dari kaca
Dia akan retak oleh guncangan sedikit saja
Maka kami berpesan untukmu sejak dini
Patuhilah Rabbmu dan Rasulmu
Karena merekalah sebaik-baiknya penjaga
Wahai putriku…
Ayah berpesan untuk kamu tentang ibumu
Patuhilah perintahnya dan jangan membantahnya
Sebab ridho Allah tergantung ridhonya
Dan surgapun terletak dibawah telapak kakinya
Ia yang mengandung kamu dengan susah payah selama sembilan bulan sepuluh hari
Dan melahirkan kamu dengan penuh kesakitan dan penderitaan
Jagalah ibumu ketika ayah tak ada disisinya
Panggilah Ia dengan selembut-lembutnya panggilan
Panggilah Ia dengan sebutan Ummi
Sebab itulah keinginnannya
Wahai putriku
Ayah berpesan untukmu tentang ayahmu
Patuhilah ayah jika ayah benar, dan tegurlah ayah jika ayah salah
Panggilah ayahmu ini dengan sebutan Abi
Agar ummi tidak merasa sendiri
Wahai putriku
Mulai saat ini dan detik ini
Engkau bisa memanggil ayahmu dengan sebutan Abi
Dan memanggil ibumu dengan sebutan Ummi
Bahagiakanlah kami dengan akhlakmu
Muliakanlah kami dengan tingkah lakumu
Wahai anakku, wahai putriku
Kami berjanji tidak akan menyia-nyiakan kamu
Tidak akan melupakan amanah ini
Do’a kan Abi dan Ummi agar tabah menjalani hidup ini
Bersama-sama mendidikmu dan adik-adikmu nanti
Agar keluarga kita menjadi sakinah mawaddah wa rohmah
Agar perahu kecil yang ayah kemudikan ini
Selamat sampai tujuan
Tidak tenggelam ditengah jalan
Tidak luruh dihantam ombak
Tidak lekang ditelan zaman
Tidak hancur oleh badai
Dan tidak musnah disapu gelombang…
Ahlan wa sahlan yaa putriku
Selamat datang dalam kehidupan ini…
Ketika puisi ini dibuat, saya baru saja kehilangan ayah saya, ayah yang selalu memberikan nasehat kepada saya bahkan sampai menentukan di rumah sakit mana anak saya harus dilahirkan. Beliaulah yang menyuruh saya mempersiapkan segala sesuatunya. Bagi anak saya, cerita tentang kakeknya membawa haru tersendiri, bagaimana indahnya jika mempunyai seorang kakek, sebab kini semua kakeknya telah tiada, juga ibu saya yg menyusul ayah saya dua tahun lalu. Yang masih ada hanya neneknya dari pihak ibu atau mertua saya, beliaulah kini yang menjadi pusat perhatian anak-anak saya jika bicara tentang lebaran atau liburan sekolah.
Puisi ini mengikat batin saya dengan anak-anak saya, menjadikan mereka sebagai seorang sahabat,sebagai teman diskusi, bahkan sebagai teman curhat. Empati yang saya bangun dalam puisi itu, ingin saya realisasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan memohon izin Allah tentunya. Meski kadang sebagai orangtua, kita juga tidak mau mengalah, kita merasa bahwa mereka masih bau kencur dan tidak mengerti apa-apa. Kadang juga kita menginginkan mereka sesuai dengan maunya kita, kita ingin menguasai jiwa dan raga mereka untuk kita bentuk sesuai dengan keinginan kita, padahal seperti kata Kahlil gibran, “Anakmu bukan lah anakmu, engkau adalah busur dimana panah anak-anakmu dilepaskan, engkau dapat menguasai badannya, tetapi tidak jiwanya”. Mereka tidaklah berbeda dengan kita, masing-masing adalah anak pada zamannya sendiri, perbedaan mereka dengan kita adalah bahwa kita lebih dahulu diberikan kesempatan untuk hidup, sehingga kita lebih pandai dan lebih berpengalaman dari anak-anak kita.
Semoga bermanfaat.
IBU MENGAPA ENGKAU MENANGIS???????

Suatu ketika, ada seorang anak laki2 bertanya kpd Ibunya, "Ibu, mengapa ibu menangis?" Ibunya menjawab, "Sebab, ibu adalah seorang wanita, Nak". "Aku tak megerti kata si anak lagi". Ibunya hanya tersenyum dan memeluk erat. "Nak, kamu memang tak kan pernah mengerti...." Kemudian, ank itu bertanya kepada ayahnya, "Ayah, mengapa Ibu menangis, sepertinya Ibu menangis tanpa sebab yg jelas?" Sang Ayah menjawab, "semua wanita memang menagis tanpa ada alasan". hanya itu jawaban yg bisa diberikan ayahnya. Lama kemudian si anak tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya2, mengapa wanita menangis. Pada suatu malam ia bermimpi dan bertanya pada Tuhan, "Ya tuhan, mengapa wanita mudah sekali menangis???". Dalam mimpinya Tuhan menjawab, "Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya sangat menjadi utama. Ku ciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahunya itu harus cukup nyaman dan lembut untk menahan kepala bayi yg sedang tidur. Kuberikan wanita kekuatan dpt melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, sering pula, ia kerapkali menerima cerca dari anak itu. Ku berikan keperkasaan, yg akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orng sudah putus asah. Pada wanita,Ku berikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah. Ku berikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak2nya itu melukai perasaanya, melukai hatinya. Perasaan ini pulah yg akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yg terkantuk menahan lelah. Sentuhan inilah yg akan memberikan kenyamanan saat didekap lembut olehnya. Ku berikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa2 sulit, dan menjadi perlindungan baginya. sebab, bukanlah tulang rusuklah yg melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?? Ku berikan kebijaksaan padanya,dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan penyadaran, bahwa suami yg baik adalah yg tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yg diberikan kepada suami, agar tetap berdiri,sejajar,saling melengkapi, dan saling menyayangi. Dan, akhirnya, Ku berikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yg khusus Ku berikan kepada wanita, agar dapat di gunakan kapan pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yg di milki wanita walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan." Maka dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau belau masih hidup, karena di kakinyalah kita menemukan SURGA. By: Herlina.M
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kumpulan Gambar Pemandangan di Teminabuan Sorong Selatan Papua Barat
Gambar-gambar di Sorong Selatan Jembatan di Wersar Mangrove Seribau Pelabuhan Wersimar Mangrove Seribau Mangrove Seribau Gereja Alfa Wersar...